OPTIMALISASI PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM SUPERVISI PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Kadek Ari Wisudayanti

Abstract


Peningkatan kualitas pelayanan bimbingan dan konseling pada dasarnya akan tercapai dengan peningkatan kualitas dan profesionalitas guru BK. Salah satu kegiatan peningkatan kualitas guru BK yaitu melalui kegiatan supervisi/pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah maupun pengawas sekolah. Supervisi merupakan bagian dari tahapan penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang berfungsi untuk mengontrol, mengevaluasi dan membina agar proses pembimbingan dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Kepala sekolah memberikan tugas kepada guru BK untuk menghukum atau memberi sanksi kepada siswa, sehingga banyak siswa yang mengganggap BK adalah polisi sekolah. Selain itu, ada juga beberapa sekolah yang tidak memberikan kesempatan jam BK untuk masuk kelas, sehingga guru BK menjadi sulit untuk lebih dekat dan memahami siswa. Masih banyak guru BK yang memiliki kinerja yang rendah di sekolah, khususnya di tingkat SMA. Pelaksanaan supervisi yang belum efektif, baik yang dilakukan oleh kepala sekolah, maupun oleh pengawas sekolah di bidang bimbingan dan konseling. Oleh karena itu, dipandang perlu melakukan pengoptimalisasian peran kepala sekolah sebagai supervisor dalam pelayanan bimbingan dan konseling

Full Text:

PDF

References


Abimanyu. 2005. Supervisi Bimbingan dan Konseling (BK) di Sekolah. Makalah, disajikan dalam Konvensi XIV dan Konggres X Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia, di Semarang 13-16 April 2005.

Anggraini, S. 2017. Peran Supervisi BK Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru BK, Artikel. http://pasca.um.ac.id/conferences/index.php/snbk diakses tanggal 20 Desember 2017

Ardika, IPG. 2010. Kontribusi Supervisi Bimbingan Konseling, Iklim Kerja Sekolah Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Pembimbing Pada SMA Negeri di Kabupaten Badung. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran PPS Universitas Pendidikan Ganesha.

Agung, A., Agung, G., Dewi, P. Y. A., & Dantes, K. R. (n.d.). The Organizational Commitment of Teachers at SMP Negeri in Sawan District, Buleleng Regency, Bali Province. 1st International Conference on Innovation in Education (ICoIE 2018). https://doi.org/https://doi.org/10.2991/icoie-18.2019.55

Dewi, P. Y. A., & Primayana, K. H. (2019). Effect of Learning Module with Setting Contextual Teaching and Learning to Increase the Understanding of Concepts. International Journal of Education and Learning, 1(1), 19–26. https://doi.org/10.31763/ijele.v1i1.26

Primayana, K. H. (2016a). MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI. Jurnal Penjaminan Mutu. https://doi.org/10.25078/jpm.v1i2.45

Primayana, K. H. (2016b). MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI. Retrieved from https://doaj.org/article/214abe6de674458ea86e22a415936e86

Basith, A., Fitriyadi, S. 2017. Analysis of the implementation of guidance and counseling supervision at senior high schools. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 2 (1), 8. https://doi.org/10.23916/008621953-00-0 diakses tanggal 20 Desember 2017

Depdiknas. 2008. Metode dan Teknik Supervisi. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu, Pendidik Dan Tenaga Kependidikan.

Lazaruth, Suwardji. 1996. Tugas dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah, Yogyakarta: Kanisius.

Mashudi, F. 2015. Pedoman Lengkap Evaluasi dan Supervisi Bimbingan dan Konseling. Jogjakarta: Diva Press.

Peraturan bersama Mendiknas dan Kepala BKN Nomor: 03/V/PB/2010 dan Nomor: 14 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

Peraturan Menteri Pen¬didikan Nasional No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Sekretariat Kabinet RI. Jakarta.

Prayitno. 2001. Pengawasan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Panduan Kegiatan. Jakarta: Rineka Cipta

Purwanto, M. Ngalim. 2008. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Risky, D., Nusantoro, E & Kurniawan, K. 2014. Kebijakan kepala sekolah terhadap pelayanan BK di SMA Negeri se kabupaten Purbalingga. Artikel. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jktp diakses tanggal 20 Desember 2017

Safitri, D.S, Prihatin, T. 2016. Implementasi Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor di Sekolah Menengah Pertama. Artikel. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jktp diakses tanggal 20 Desember 2017

Sahertian, Piet A. 2000. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta.

Siraj. 2010. Peningkatan Kinerja Konselor Melalui Peran Supervisi Pendidikan pada SMA Negeri 1 Makmur Kabupaten Bireuen. Tesis. Medan: Universitas Negeri Medan.

Sukardi. 2003. Proses Bimbingan dan Konseling di sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Taufiq, A. 2011. “Pengembangan Supervisi Konselor Sekolah”. Makalah Seminar Nasional BK, dalam rangka Konvensi Nasional XIII Bimbingan dan Konseling di Bandung tanggal 8-10 Desember 2013.

Wibowo, S.B. 2012. Peran Supervisi Dalam Konseling. Guidena: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling, 2 (1). https://doi.org/10.24127/gdn.v2i1.358

Wirata, IMS. 2015. Kontribusi Supervisi Bimbingan Konseling, Iklim Kerja Sekolah dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Guru Pembimbing Pada SMA Se Kabupaten Tabanan. Tesis. PPS Universitas Pendidikan Ganesha


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Adicarya: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

View My Stats